Artikel ini melanjutkan artikel sebelumnya yang bisa anda baca di sinihttp://ekohasan.blogspot.com/2010/10/blok-bagian-yang-bekerja-pada-perangkat.html. Mari belajar bersama sahabat Jezy Aditya
Bagian Data (Operating System)
Bagian ini berfungsi sebagai Operating System yang mengolah data dan yang memberi perintah kepada seluruh bagian yang terdapat pada Ponsel.komponen yang bekerja ada beberapa bagian, antara lain adalah :
1. IC CPU
2. IC RAM
3. IC FLASH
4. Keypad
5. LCD
Tugas-tugas dari CPU itu sendiri serta komponen yang membantunya :
1. IC CPU adalah pusat pengolahan data pada Pesawat Telepon Selular
2. IC CPU bekerja dibantu oleh IC RAM sebagai penyimpan Operating System / Program yang berjalan pada Ponsel.
3. IC Flash yang menyimpan data-data yang bersifat sementara,yang dapat diubah sesuai keinginan pengguna Ponsel
3. Keypad disini berfungsi memerintahkan CPU untuk melakukan proses data sesuai keinginan pengguna Ponsel
4. LCD mendapat perintah dari CPU untuk menampilkan seluruh proses yang sedang berjalan pada Ponsel.
System kerja Komponen bagian Operating System :
1. Data dimasukkan ke Ponsel melalui Program yang telah ada pada Komputer perantara kabel Flash ( untuk Flasher ) dan Kabel Data ( Untuk Apikasi )
2. Data dari Komputer yaitu PPM dan MCU masuk ke IC Flash dan IC Flash menyimpan Data PPM yang terdiri dari Menu, Aplikasi,bahasa,jenis data ini bersifat sementara dan dapat dirubah langsung oleh pengguna
3. Sedangkan data MCU dikirim ke EEPROM (Elctrically Erase Programable Read Only Memory ) yang terdiri dari Identitas Ponsel yaitu IMEI, Sec.Code dan Phone Code.
4. CPU dibantu oleh IC RAM berfungsi memproses data PPM yang ada Pada IC Flash untuk diteruskan ke IC Hardware dan ditampilkan pada Layar (LCD)dan memeriksa data Pada EEPROM sebagai Identitas Pesawat Telepon Selular untuk dapat dikenal oleh CPU.
Pada Ponsel terbaru saat ini ada beberapa IC yang digabungkan menjadi satu.Yaitu IC UEM/UAM
IC UEM Terdiri dari beberapa komponen yang telah terintegrasi, antara lain :
IC Power Supply
IC Audio
IC Charging
IC UPP
IC UAM (Sering disebut dengan Istilah IC QualCom~karena kebanyakan IC UAM bermerk Qualcom~ )
Terdiri dari beberapa komponen yang telah terintegrasi, antara lain :
1. IC CPU
2. IC EEPROM
3. IC FLASH
Bagian Audio
Bagian yang bekerja pada komponen ini adalah :
IC Audio
Buzer
Speaker
Microphone
1. IC Audio sebagai penguat getaran sinyal suara,dan sebagai perubah getaran sinyal suara menjadi getaran suara.
2. Microphone merubah getaran suara menjadi getaran sinyal suara yang akan diperkat oleh IC Audio.
System kerja Komponen bagian Audio :
1. IC Audio menerima sinyal suara dari IC RF untuk diperkuat dan diteruskan ke Loudspeaker
2. Pada Loudspeaker sinyal suara diubah menjadi getaran suara sehingga dapat didengar.
3. Microphone merubah getaran suara menjadi sinyal suara dan diteruskan ke IC Audio
4. Pada IC Audio sinyal suara diperkuat dan diteruskan ke IC RF untuk di pancarkan melalui bagian TX.
5. Fungsi CPU sebagai pengontrol dari kerja IC Audio dan mengatur kinerja IC Audio yang berbentuk data.
6. Tegangan yang masuk ke IC Audio yaitu VBB sebagai tegangan Stanby, VCOBBA sebagai tegangan input saat untuk bekerjanya seluruh bagian pada IC Audio dan Tegangan VREF sebagai detector / pengontrol tegangan yang masuk ke IC Audio.
Selesai...
Total Tayangan Halaman
Sabtu, 07 April 2012
Jumat, 06 April 2012
Cara Servis UPS yang Tidak Bisa Menyimpan Listrik
Mungkin sudah banyak teman2x yang tahu cara mengatasi UPS yang tidak bisa menyimpan listrik saat listrik tiba2x padam, tapi kang EKO akan tetep mengulas barangkali ada teman2x yang belum tahu. Mau tahu caranya....?
Study kasusnya seperti ini :
Customer saya ada keluhan UPS yang biasanya nyimpen listrik saat PLN mati, ternyata saat PLN mati UPS ikut mati. Ini hanya salah satu contoh kasus.
Berikut ini ciri UPS yang Accunya rusak :
1. UPS nyala, tapi pada saat listrik mati langsung ikut mati tidak bisa menyimpan listrik. misal merk ICA
2. UPS tidak mau dinyalakan. Ini ciri dari UPS dengan merk tertentu, misal APC, dll
Jika anda mempunyai UPS dengan kerusakan seperti itu, berikut cara servicenya :
Cara Servis UPS yang Tidak Bisa Menyimpan Listrik :
1. Bongkar UPS nya
2. Cabut sambungan kabel ke Accu.
3. Catat ukuran Accunya, Accu menggunakan Accu Kering dan biasanya ukurannya 12v 7,2A.
4. Kalau anda masih ragu-ragu, accunya rusak atau tidak, maka ambil accu sepeda motor anda (tentunya yg masih bagus) dan coba sambungkan ke UPS tadi, menggunakan sambungan accu yg lama. Jangan sampe kebalik polaritas kabelnya, negatif dapat kabel hitam, dan positif dapat kabel merah.
5. Kemudian nyalakan UPS, kalau nyala normal, berarti anda tinggal membeli sparepart accu kering sesuai dengan accu UPS anda. Untuk Accu yg rusak dpat anda jual dengan harga 15 ribu-an. Kisaran harga accu kering 12v 7,2A sekitar 175 ribu-an.
6. Selesai.
Demikian sharing pengalaman kang eko, semoga manfaat bagi temen2x semua......
Study kasusnya seperti ini :
Customer saya ada keluhan UPS yang biasanya nyimpen listrik saat PLN mati, ternyata saat PLN mati UPS ikut mati. Ini hanya salah satu contoh kasus.
Berikut ini ciri UPS yang Accunya rusak :
1. UPS nyala, tapi pada saat listrik mati langsung ikut mati tidak bisa menyimpan listrik. misal merk ICA
2. UPS tidak mau dinyalakan. Ini ciri dari UPS dengan merk tertentu, misal APC, dll
Jika anda mempunyai UPS dengan kerusakan seperti itu, berikut cara servicenya :
Cara Servis UPS yang Tidak Bisa Menyimpan Listrik :
1. Bongkar UPS nya
2. Cabut sambungan kabel ke Accu.
3. Catat ukuran Accunya, Accu menggunakan Accu Kering dan biasanya ukurannya 12v 7,2A.
4. Kalau anda masih ragu-ragu, accunya rusak atau tidak, maka ambil accu sepeda motor anda (tentunya yg masih bagus) dan coba sambungkan ke UPS tadi, menggunakan sambungan accu yg lama. Jangan sampe kebalik polaritas kabelnya, negatif dapat kabel hitam, dan positif dapat kabel merah.5. Kemudian nyalakan UPS, kalau nyala normal, berarti anda tinggal membeli sparepart accu kering sesuai dengan accu UPS anda. Untuk Accu yg rusak dpat anda jual dengan harga 15 ribu-an. Kisaran harga accu kering 12v 7,2A sekitar 175 ribu-an.
6. Selesai.
Demikian sharing pengalaman kang eko, semoga manfaat bagi temen2x semua......
Mengenal svchost.exe dan Fungsinya
Akhir-akhir ini banyak sekali virus yang menyerang pengguna windows. Karena hampir servisan cpu yang Kang Eko tangani sebagian besar karena virus yang mengakibatkan windows jadi error. Dan kebanyakan virus menyerangnya di file system windows yang bernama svchost.exe. Inilah bahasan Kang Eko kali ini Mengenal svchost.exe dan Fungsinya.
Awalnya, Microsoft menggunakan file .exe (executable) bagi service-service yang berjalan di Windows. Karena dirasa kurang efisien, Microsoft kemudian melakukan perombakan dengan mengubah service-service tadi dari menggunakan file-file .exe menjadi file .dll (Dynamic Link Library).
Dynamic Link Library (.dll) merupakan file yang dapat dipanggil dari file executable (.exe) maupun dari file .dll lain. Hal ini dirasa lebih menguntungkan karena sifat umumnya dapat dipakai oleh beberapa aplikasi pada saat yang bersamaan dan hanya diperlukan satu copy saja di memory atau disk. Programmer dapat mengatur agar service yang terdapat pada DLL tersebut dimuat ke memory hanya ketika diperlukan saja. Apabila tidak diperlukan maka DLL tersebut bisa dibuang dari memory.
Dengan demikian, maka aplikasi yang Anda buat dapat lebih menghemat penggunaan memory. Keuntungan kedua, aplikasi menjadi bersifat modular. Anda dapat melakukan update aplikasi yang Anda buat tanpa harus mengupdate file EXE. Dengan demikian Anda cukup menyertakan patches kepada program Anda tanpa Anda harus menyertakan seluruh aplikasi.Keuntungan lain adalah ukuran file EXE menjadi lebih kecil karena beberapa kode program diletakkan pada file DLL.
Jika anda melihat pada TaskManager, anda akan menyaksikan banyak proses dengan nama SVCHOST.EXE
Hal ini seringkali dimanfaatkan oleh para penulis WORM untuk melakukan rekayasa sosial dengan cara memberi nama induk worm dengan nama yang sama atau mirip svchost.exe, dengan harapan user akan mengira bahwa induk worm tersebut bagian dari komponen windows. Ya, seringkali user kebingungan membedakan svchost.exe milik Worm dengan svchost.exe milik WINDOWS.
Nah.. dari sini Anda mungkin bertanya-tanya..
Kenapa sich kok ada banyak proses dengan nama SVCHOST.EXE??
Begini nich.. sebagaimana layaknya Operating System, WINDOWS memiliki banyak sekali service-service yang harus dipanggil. Seperti yang sudah di jelaskan di awal tadi, masing-masing service tersebut tentunya harus dijalankan oleh suatu file executable. Jika seluruh service yang sedemikian banyak itu dijalankan oleh hanya sebuah file executable saja, maka tentu resiko terjadi kegagalan pemanggilan service tersebut akan sangat tinggi.
Untuk mengantisipasi hal itu, maka service-service tersebut dikelompok-kelompokkan sesuai dengan fungsinya. Tiap file SVCHOST.EXE dipanggil untuk menjalankan kelompok service yang berbeda. Misalnya SVCHOST.EXE yang pertama menjalankan group service untuk Audio, SVCHOST.EXE kedua menjalankan service-service Firewall, dan lain sebagainya. Karena pemisahan-pemisahan inilah banyak terdapat proses dengan nama SVCHOST.EXE
Ingin tau service-service apa saja yang berjalan di Windows Anda dan siapa yang menjalankannya? Buka Windows Command Processor Anda. Klik [Start] -> [Run] lalu ketik CMD
Ketik perintah TASKLIST /SVC lalu tekan ENTER. Perintah tersebut akan menampilkan proses yang sedang berjalan di komputer Anda beserta service-service apa saja yang dipanggil (jika ia menjalankan Service tertentu). Perintah ini berjalan pada Windows XP dan Vista.
Demikian sedikit penjelasan tentang SVCHOST.EXE, semoga bermanfaat.
Awalnya, Microsoft menggunakan file .exe (executable) bagi service-service yang berjalan di Windows. Karena dirasa kurang efisien, Microsoft kemudian melakukan perombakan dengan mengubah service-service tadi dari menggunakan file-file .exe menjadi file .dll (Dynamic Link Library).
Dynamic Link Library (.dll) merupakan file yang dapat dipanggil dari file executable (.exe) maupun dari file .dll lain. Hal ini dirasa lebih menguntungkan karena sifat umumnya dapat dipakai oleh beberapa aplikasi pada saat yang bersamaan dan hanya diperlukan satu copy saja di memory atau disk. Programmer dapat mengatur agar service yang terdapat pada DLL tersebut dimuat ke memory hanya ketika diperlukan saja. Apabila tidak diperlukan maka DLL tersebut bisa dibuang dari memory.
Dengan demikian, maka aplikasi yang Anda buat dapat lebih menghemat penggunaan memory. Keuntungan kedua, aplikasi menjadi bersifat modular. Anda dapat melakukan update aplikasi yang Anda buat tanpa harus mengupdate file EXE. Dengan demikian Anda cukup menyertakan patches kepada program Anda tanpa Anda harus menyertakan seluruh aplikasi.Keuntungan lain adalah ukuran file EXE menjadi lebih kecil karena beberapa kode program diletakkan pada file DLL.
Jika anda melihat pada TaskManager, anda akan menyaksikan banyak proses dengan nama SVCHOST.EXE
Hal ini seringkali dimanfaatkan oleh para penulis WORM untuk melakukan rekayasa sosial dengan cara memberi nama induk worm dengan nama yang sama atau mirip svchost.exe, dengan harapan user akan mengira bahwa induk worm tersebut bagian dari komponen windows. Ya, seringkali user kebingungan membedakan svchost.exe milik Worm dengan svchost.exe milik WINDOWS.
Nah.. dari sini Anda mungkin bertanya-tanya..
Kenapa sich kok ada banyak proses dengan nama SVCHOST.EXE??
Begini nich.. sebagaimana layaknya Operating System, WINDOWS memiliki banyak sekali service-service yang harus dipanggil. Seperti yang sudah di jelaskan di awal tadi, masing-masing service tersebut tentunya harus dijalankan oleh suatu file executable. Jika seluruh service yang sedemikian banyak itu dijalankan oleh hanya sebuah file executable saja, maka tentu resiko terjadi kegagalan pemanggilan service tersebut akan sangat tinggi.
Untuk mengantisipasi hal itu, maka service-service tersebut dikelompok-kelompokkan sesuai dengan fungsinya. Tiap file SVCHOST.EXE dipanggil untuk menjalankan kelompok service yang berbeda. Misalnya SVCHOST.EXE yang pertama menjalankan group service untuk Audio, SVCHOST.EXE kedua menjalankan service-service Firewall, dan lain sebagainya. Karena pemisahan-pemisahan inilah banyak terdapat proses dengan nama SVCHOST.EXE
Ingin tau service-service apa saja yang berjalan di Windows Anda dan siapa yang menjalankannya? Buka Windows Command Processor Anda. Klik [Start] -> [Run] lalu ketik CMD
Ketik perintah TASKLIST /SVC lalu tekan ENTER. Perintah tersebut akan menampilkan proses yang sedang berjalan di komputer Anda beserta service-service apa saja yang dipanggil (jika ia menjalankan Service tertentu). Perintah ini berjalan pada Windows XP dan Vista.
Demikian sedikit penjelasan tentang SVCHOST.EXE, semoga bermanfaat.
Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resmi
Mungkin banyak di antara anda sekalian pengunjung setia blog ini yang masih kesulitan mencari dan download driver komputer, laptop, ataupun printer. Walaupun sudah ada 2 cara download driver yang Kang Eko bahas di blog ekohasan ini, tapi tetep saja semuanya itu ada kelemahannya, yaitu tidak ketemu dengan driver yang akan di download.
Bagi anda yang belum pernah membaca posting tentang download driver versi I dan II, bisa membacanya di sini dan di sini. Dan kali ini kang Eko akan bahas Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resmi.
Ok langsung saja ke pokok bahasan tentang Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resmi. Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer ini adalah langsung mencari dan download di website resminya masing-masing vendor dari perangkat yang kita cari drivernya. Mungkin bagi anda yang sering main internet, cara ini sudah tidak asing lagi bagi anda, tapi bagi yang masih awam internet, mudah-mudahan Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resmi ini bisa membantu.
Sering sekali kita ketika download driver dari website resmi, kita malah muter-muter dan nggak ketemu dengan link driver yang di download.
Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resmi :
1. Buka Firefox (pakai firefox aja karena lebih cepat), dan kalo perlu install Internet Download Manager (IDM) untuk mempercepat proses download driver anda.
2. Masuk ke google.com
3. Misalnya, anda akan mencari dan download driver mainboard dari merk ASUS, ketik di kolom pencarian google dengan kata kunci ASUS support, maka akan langsung tampil hasil pencarian dengan baris nomor 1 dan 2 adalah link download langsung dari ASUS tersebut. Anda bisa langsung klik salah satu link tersebut, tapi biasanya link yang langsung menuju ke sasaran download driver adalah baris yang nomor 2. Kemudian anda pilih yang sesuai dengan driver yang ingin anda download.
4. Misalnya lagi, anda akan mencari dan download driver dari merk HP, ketik di kolom pencarian google dengan kata kunci HP support, maka akan langsung tampil hasil pencarian dengan baris nomor 1 dan 2 adalah link download langsung dari HP tersebut. Anda bisa langsung klik salah satu link tersebut, tapi biasanya link yang langsung menuju ke sasaran download driver adalah baris yang nomor 2. Kemudian anda pilih yang sesuai dengan driver yang ingin anda download.
5. Jadi kesimpulannya, tambahkan kata SUPPORT di setiap pencarian. Misalnya lagi, ingin cari dan download driver CANON, ketikkan CANON SUPPORT, jadinya seperti link ini.
OK, demikian Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resminya.
Semoga bermanfaat!
Bagi anda yang belum pernah membaca posting tentang download driver versi I dan II, bisa membacanya di sini dan di sini. Dan kali ini kang Eko akan bahas Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resmi.
Ok langsung saja ke pokok bahasan tentang Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resmi. Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer ini adalah langsung mencari dan download di website resminya masing-masing vendor dari perangkat yang kita cari drivernya. Mungkin bagi anda yang sering main internet, cara ini sudah tidak asing lagi bagi anda, tapi bagi yang masih awam internet, mudah-mudahan Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resmi ini bisa membantu.
Sering sekali kita ketika download driver dari website resmi, kita malah muter-muter dan nggak ketemu dengan link driver yang di download.
Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resmi :
1. Buka Firefox (pakai firefox aja karena lebih cepat), dan kalo perlu install Internet Download Manager (IDM) untuk mempercepat proses download driver anda.
2. Masuk ke google.com
3. Misalnya, anda akan mencari dan download driver mainboard dari merk ASUS, ketik di kolom pencarian google dengan kata kunci ASUS support, maka akan langsung tampil hasil pencarian dengan baris nomor 1 dan 2 adalah link download langsung dari ASUS tersebut. Anda bisa langsung klik salah satu link tersebut, tapi biasanya link yang langsung menuju ke sasaran download driver adalah baris yang nomor 2. Kemudian anda pilih yang sesuai dengan driver yang ingin anda download.
4. Misalnya lagi, anda akan mencari dan download driver dari merk HP, ketik di kolom pencarian google dengan kata kunci HP support, maka akan langsung tampil hasil pencarian dengan baris nomor 1 dan 2 adalah link download langsung dari HP tersebut. Anda bisa langsung klik salah satu link tersebut, tapi biasanya link yang langsung menuju ke sasaran download driver adalah baris yang nomor 2. Kemudian anda pilih yang sesuai dengan driver yang ingin anda download.
5. Jadi kesimpulannya, tambahkan kata SUPPORT di setiap pencarian. Misalnya lagi, ingin cari dan download driver CANON, ketikkan CANON SUPPORT, jadinya seperti link ini.
OK, demikian Cara Download Driver Komputer, Laptop, Printer Via Web Support Resminya.
Semoga bermanfaat!
Cara Service Lampu Hemat Energi
Kali ini Kang Eko akan membahas tentang Cara Service Lampu Hemat Energi. Kang Eko pernah mendapat pertanyaan, gimana sih caranya service lampu hemat energi yang sudah mati ? Dan baru kali ini Kang Eko bisa menjawabnya langsung lewat posting di blog ekohasan ini agar bisa dilihat oleh lebih banyak pengunjung blog ekohasan ini.
Lampu Hemat Energi dengan neon yang sudah dimodifikasi lebih terang dibandingkan Lampu Hemat Energi yang harga 8 rb-an. Lumayan ngirit, daripada harus beli lampu baru yang harganya sekarang sekitar 30 rb-an.
Semoga bermanfaat.
Persiapan Alat Service Lampu Hemat Energi :
- Obeng Minus : untuk mencongkel casing lampu
- Solder.
- Timah / tenol
- Multitester / AVO Meter
- Kabel secukupnya.
Cara Service Lampu Hemat Energi :
- Buka Casing Lampu Hemat Energi dengan mencongkelnya menggunakan obeng.
- Lepas Neon dari rangkaiannya, kemudian test neon dengan menggunakan Multitester. Ada dua kutub pada neon, ukur masing-masing dengan menggunakan batas ukur OHM Meter x1. Kalau neon masih bagus maka masing-masing jika diukur akan menunjukkan angka sekitar 2-8 ohm. Kalau salah satu kutub / ujung ada yang putus / tidak menunjukkan angka maka berarti neon sudah rusak / putus. Cara mengakali jika neonnya yang putus silahkan baca di bagian bawah.
- Kalau neonnya bagus, berarti kerusakan ada di rangkaiannya.
Berikut ini beberapa komponen di rangkaian Lampu Hemat energi yang perlu di cek dan diganti kalau rusak :
Mengenai cara cek komponen jika belum tahu caranya silahkan baca di Posting Ini.- Elco Filter setelah dioda bridge, biasanya melembung, ganti dengan elco 10uF / 350-400 volt
- Resistor 2,2 - 10 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki emitor transistor )
- Resistor 15 - 20 ohm 2 buah ( yang terhubung ke kaki basis transistor )
- Transistor type MJE 13003 : 2 buah
- Bila semua komponen itu bagus dan lampu masih mati, ganti saja kondensator tantalum 3,9nF - 4nF/1200volt, walaupun kelihatan tidak rusak. kondensator tersebut berfungsi sebagai starter lampu. (kondensator ini langsung terhubung ke salah satu kutub neon.
Jika Neonnya yang rusak, dan rangkaian Lampu Hemat Energi nya masih OK berikut ini triknya :
- Siapkan Neon biasa merk Philips 10-15 watt (harga 6-8 rb) untuk pengganti neon yang rusak.
- Hubungkan kedua kutub neon dengan rangkaian sesuai dengan gambar di bawah ini.
Lampu Hemat Energi dengan neon yang sudah dimodifikasi lebih terang dibandingkan Lampu Hemat Energi yang harga 8 rb-an. Lumayan ngirit, daripada harus beli lampu baru yang harganya sekarang sekitar 30 rb-an.
Semoga bermanfaat.
Cara Membuat Kabel USB Extender 10 Meter
ahasan Kang Eko kali ini adalah tentang Cara Membuat Kabel USB 10 Meter. Mungkin anda pernah mengalami, pada waktu menghubungkan flashdisk atau modem ke perpanjangan kabel USB ( USB Extender ) ternyata perangkat tersebut tidak dikenali oleh komputer anda, padahal flashdisk, modem dan port USBnya bekerja dengan baik. Mengapa hal ini bisa terjadi ?
Tidak dikenalinya flashdisk, modem atau perangkat USB lainnya ketika kita menghubungkan dengan perpanjangan kabel USB ( USB Extender ) disebabkan oleh kualitas kabel USB extender yang kurang baik sehingga terjadi penurunan arus yang mengakibatkan perangkat USB kita tidak dapat bekerja dengan sempurna. Akibatnya, perangkat USB kita menjadi tidak dapat dikenali ( USB can not recognized )
Kabel USB extender pabrikan 10 meter belum tentu kualitasnya bagus dan belum tentu cocok untuk perangkat USB kita. Secara harga kabel USB extender 10 meter juga terbilang mahal yaitu 100 ribu lebih. Ukuran diameter tembaga yang kecil dan kualitas grounding yang kurang baik menyebabkan kabel USB extender yang dijual dipasaran kurang mampu mendriver modem dalam jarak lebih dari 1 meter atau modem tidak akan dikenali.
Setelah selesai, rapikan sambungan kabelnya dengan isolasi dan kabel USB extender 10 - 15 Meter siap digunakan.
Tidak dikenalinya flashdisk, modem atau perangkat USB lainnya ketika kita menghubungkan dengan perpanjangan kabel USB ( USB Extender ) disebabkan oleh kualitas kabel USB extender yang kurang baik sehingga terjadi penurunan arus yang mengakibatkan perangkat USB kita tidak dapat bekerja dengan sempurna. Akibatnya, perangkat USB kita menjadi tidak dapat dikenali ( USB can not recognized )
Kabel USB extender pabrikan 10 meter belum tentu kualitasnya bagus dan belum tentu cocok untuk perangkat USB kita. Secara harga kabel USB extender 10 meter juga terbilang mahal yaitu 100 ribu lebih. Ukuran diameter tembaga yang kecil dan kualitas grounding yang kurang baik menyebabkan kabel USB extender yang dijual dipasaran kurang mampu mendriver modem dalam jarak lebih dari 1 meter atau modem tidak akan dikenali.
Bagaimana cara mengatasinya :
Permasalahan ini bisa kita atasi dengan membuat sendiri kabel USB extender dengan menggunakan kabel UTP BELDEN kualitas 1 (kabel LAN / jaringan). Kabel UTP memiliki diameter inti tembaga yang lebih besar dari pada kabel USB extender biasa, serta kualitas tembaga yang lebih baik. Hal ini dikarenakan kabel UTP memang digunakan untuk mengirim data dengan loss yang sedikit, sehingga keunggulan ini dapat kita jadikan sebagai alat untuk membuat kabel USB extender yang berkualitas bagus.
Cara Membuat Kabel USB Extender 10 - 15 Meter.
Sebelumnya kita perlu tahu dulu, kabel USB extender biasa terdiri dari 4 kabel yaitu :- merah : 5 volt dc
- hijau : data +
- putih : data -
- hitam : ground.
- orange,
- putih orange,
- hijau,
- putih hijau,
- biru,
- putih biru,
- coklat
- putih coklat.
Alat dan Bahan Pembuatan Kabel USB Extender 10 Meter :
- Kabel USB extender biasa 1 Meter yang sudah kita potong di kedua ujung colokannya. Colokan inilah yang akan kita gunakan.
- Kabel UTP Belden KW 1 : 10 Meter maksimal 15 Meter.
- Tenol / timah untuk menghubungkan kabel.
- Solder, gunting, cutter, dan isolasi.
Berikut konfigurasi kabel USB extender dari kabel UTP :
- Kabel UTP orange dan putih orange digabung dan dihubungkan dengan kabel merah USB extender.
- Kabel UTP hijau dihubungkan dengan kabel hijau USB extender.
- Kabel UTP putih hijau dihubungkan dengan kabel putih USB extender.
- Kabel UTP sisanya digabung semua dan dihubungkan dengan kabel hitam USB extender. Dengan memperbesar ground, maka kemungkinan loss (kehilangan) arus sangat kecil.
Setelah selesai, rapikan sambungan kabelnya dengan isolasi dan kabel USB extender 10 - 15 Meter siap digunakan.
Rabu, 01 Februari 2012
Mengurangi Penggunaan Software Bajakan
Seperti yang kita ketahui, banyak software (perangkat lunak, atau
biasa disebut aplikasi yang dijalankan oleh komputer) yang beredar di
Indonesia, khususnya kota Medan. Kebanyakan rental-rental komputer,
warnet, institusi pemerintah, sekolah-sekolah, perguruan tinggi, maupun
pengguna rumahan yang menggunakan software bajakan. Software-software
yang dibajak termasuk sistem operasi (khususnya Microsoft Windows),
software untuk komputer grafis (Adobe Photoshop, 3D Studio Max, Maya,
CorelDRAW, dll), software untuk perkantoran (Microsoft Office), dan
masih banyak jenis-jenis software lainnya.
Saya tidak ingin hanya mengungkapkan keburukan bangsa tanpa memberikan solusi untuk memperbaikinya. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan didengarkan oleh pemerintah untuk kemudian dimusyawarahkan, dan bila diterima dapat diterapkan untuk mengurangi tingkat pembajakan software di Indonesia. Maraknya pembajakan software di Indonesia tak lain didukung oleh pemerintah yang tampaknya tidak berniat untuk mengurangi pembajakan. Sweeping software bajakan di kantor-kantor, maupun rental dan toko-toko komputer, hanya dilakukan di beberapa tempat di Indonesia, dan tampaknya masih belum terlihat hasilnya. Di kota Medan sendiri masih banyak rental-rental komputer maupun warnet yang masih menggunakan software bajakan. Ketakutan mereka akan sweeping software bajakan hanya sementara. Beberapa warnet telah menggunakan software open source (software open source ialah software yang dapat dipakai, dimodifikasi, dan dapat didistribusikan kembali tanpa dikenakan biaya sepeser pun alias gratis). Tetapi, karena melihat warnet-warnet lain yang masih beroperasi menggunakan software bajakan, mereka kembali menggantinya dengan software bajakan. Jarang warnet yang bertahan menggunakan software open source karena para pelanggan lebih familiar dengan sistem operasi Microsoft Windows, sistem operasi favorit untuk dibajak. Kurangnya himbauan pemerintah untuk mengajak pengguna komputer di Indonesia untuk tidak memakai software bajakan juga termasuk salah satu penyebabnya. Tampaknya pemerintah masih menganggap masalah pembajakan software sebagai masalah yang tidak terlalu besar. Road show software open source yang dilakukan oleh segelintir orang yang peduli terhadap masalah pembajakan kurang diminati. Tingginya angka penjualan software bajakan turut memperparah tingkat pembajakan di Indonesia. Para penjual ini dengan tenang menjual software bajakan karena pemerintah sepertinya tidak berusaha menghentikan mereka. Situasi pembajakan yang memang sudah sangat parah dilengkapi dengan mudahnya mendownload software-software ilegal dari Internet. Pembajakan yang telah nyata di depan mata saja tidak dapat dihentikan oleh pemerintah apalagi pembajakan yang dilakukan melalui Internet. Sepertinya, masa depan pertukaran software-software ilegal melalui Internet sangat cerah. Para penggemar software bajakan seharusnya gembira dengan keadaan ini. Dan yang paling parah, menurut saya, adalah institusi pendidikan. Mengapa? Karena disitulah terletak akar pembajakan software. Institusi pendidikan, walaupun tidak semua, yang seharusnya mendidik murid-muridnya menjadi orang yang kaya ilmu, ternyata turut berperan serta dalam menyuburkan pembajakan di negeri Indonesia yang tercinta. Kebiasaan menggunakan software bajakan di institusi pendidikan menanamkan benih-benih ketergantungan terhadap software tertentu, yang dalam hal ini merupakan software yang paling banyak dibajak. Software-software tersebut adalah Microsoft Windows (95/98/Me/NT/XP/2000/2003), sebuah software sistem operasi, software yang menerjemahkan perintah yang diberikan manusia agar dapat dipahami oleh hardware, sehingga hardware dapat melakukan tugasnya sesuai dengan perintah manusia. Sistem operasi merupakan software yang mutlak terdapat di setiap komputer, karena tanpa sistem operasi, komputer hanya merupakan barang elektronik yang tidak dapat melakukan apa-apa. Selain sistem operasi, software yang sering dibajak ialah Microsoft Office (Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Access, Microsoft PowerPoint). Software ini digunakan untuk aplikasi perkantoran. Software untuk komputer grafis juga tak luput dari pembajakan. Misalnya, Adobe Photoshop, sebuah software untuk mengolah gambar, 3D Studio Max, sebuah software untuk membuat model tiga dimensi, CorelDRAW, sebuah software untuk mengolah gambar vektor, dan masih banyak software-software lainnya seperti AutoCAD, Adobe Illustrator, Macromedia Flash, dan lain-lain.
Saya masih ingat ketika saya duduk di bangku SMP, saya ikut les komputer. Di kelas, instruktur membagi-bagikan disket-disket yang berisi sistem operasi DOS serta aplikasi perkantoran yaitu wordstar dan lotus. Untuk membeli disket beserta sistem operasi dan aplikasi perkantoran, kami, para murid, hanya mengeluarkan beberapa ribu rupiah saja. Tidak ada pengetahuan saya mengenai legal atau ilegal, status sistem operasi dan aplikasi yang kami gunakan tersebut. Waktu terus berputar, hingga saya duduk di bangku SMU. Di SMU juga ada kewajiban untuk mengikuti les komputer. Keadaannya sama, instruktur menukar disket-disket yang berisi sistem operasi DOS dan aplikasi perkantoran dengan beberapa rupiah saja. Dan lagi, tidak ada pengetahuan saya mengenai status sistem operasi dan aplikasi tersebut. Setamat dari SMU saya mengikuti kursus komputer di sebuah institusi pendidikan swasta, kali ini saya tidak diberikan disket berisi sistem operasi beserta aplikasinya. Seingat saya, sistem operasi yang digunakan di tempat kursus tersebut adalah Microsoft Windows 95 dengan aplikasi perkantoran Microsoft Office 97. Tak berapa lama setelah saya kuliah, saya membeli sebuah komputer. Ketika membeli komputer tersebut, penjual menawarkan sistem operasi dan aplikasi apa saja yang akan diinstal di komputer tersebut. Tentu saja saya memilih Microsoft Windows dengan aplikasi perkantoran Microsoft Office. Serta beberapa aplikasi grafis yang saya pelajari ketika kursus. Tidak ada tambahan harga ketika saya memilih aplikasi-aplikasi tersebut. Tambahan harga sebesar 25000 rupiah hanya dikenakan apabila saya meminta teknisi menginstal aplikasi lain setelah komputer tiba di rumah. Sampai saat itu, saya masih menganggap bahwa bila saya membeli komputer, maka saya sudah mendapat sistem operasi beserta aplikasi yang dibutuhkan. Bila saya ingin menambah aplikasi, saya dapat membeli di toko-toko penjual CD software (tentu saja bajakan) yang banyak terdapat di plaza-plaza seharga 20000 rupiah, kemudian menginstalnya sendiri di rumah, atau meminta bantuan teknisi. Hingga akhirnya saya membaca sebuah majalah komputer dan tersadar bahwa sebenarnya sistem operasi Microsoft Windows, aplikasi perkantoran Microsoft Office, dan beberapa software grafis yang saya gunakan ternyata harganya sangat mahal, untuk ukuran mahasiswa seperti saya. Bayangkan saja, harga sistem operasi Microsoft Windows XP Professional SP2 ternyata sekitar 2,7 juta rupiah ($295 dengan kurs Rp 9250 per dolar AS pada tanggal 20 Maret 2006, sumber: Bhinneka.com), sedangkan Microsoft Office 2003 sekitar 3,3 juta ($362 dengan kurs Rp 9250 per dolar AS pada tanggal 20 Maret 2006, sumber: Bhinneka.com). Belum lagi harga-harga software grafis yang mencapai puluhan juta rupiah. Waduh, mana sanggup saya membelinya.
Dari pengalaman yang saya alami, tidak banyak institusi pendidikan ataupun toko komputer (atau bahkan tidak ada?) yang menerangkan bahwa sistem operasi dan aplikasi dijual terpisah dengan hardware komputer. Orang-orang awam akan menyangka apabila mereka membeli komputer, maka yang dibeli sudah termasuk sistem operasi beserta aplikasi perkantoran atau aplikasi-aplikasi lainnya. Informasi-informasi seperti ini selayaknya disediakan oleh insitusi-institusi pendidikan maupun penjual komputer. Yang menarik lagi, institusi pendidikan sangat mempengaruhi kebiasaan murid-muridnya. Karena sudah terbiasa memakai Microsoft Windows, maka ketika membeli sebuah komputer, permintaan yang diajukan untuk sistem operasi ialah Microsoft Windows. Begitu juga dengan aplikasi-aplikasi yang lain. Sebenarnya, tidak ada yang salah bila seseorang menggunakan Microsoft Windows, Microsoft Office ataupun software-software lainnya, dengan syarat, software-software tersebut diperoleh secara legal, bukan melalui pembajakan seperti yang kebanyakan terjadi di Indonesia. Di kepala murid-murid telah tertanam kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Sayangnya, kebiasaan tersebut ialah kebiasaan menggunakan software bajakan. Karena sudah terbiasa, maka menggunakan software bajakan dianggap bukan merupakan masalah yang serius.
Karena semua berawal dari institusi pendidikan, maka yang harus diperbaiki adalah institusi pendidikan. Pemerintah, yang dengan seenaknya mengubah SMA (Sekolah Menengah Atas) menjadi SMU (Sekolah Menengah Umum) kemudian kembali menjadi SMA dan mengubah sistem semester menjadi cawu, kemudian kembali menjadi semester, seharusnya dengan mudah “memaksa” sekolah-sekolah atau perguruan tinggi yang ada untuk mengganti seluruh software bajakan yang terinstal dengan software-software open source. Sebagai bahan pertimbangan, sistem operasi Linux, yang sedang populer akhir-akhir ini, yang menawarkan kemudahan penggunaannya, dapat digunakan untuk menggantikan sistem operasi bajakan. Dan biasanya, di dalam instalasi sistem operasi Linux, sudah tersedia software perkantoran (misalnya: OpenOffice), grafis (misalnya: GIMP, blender), maupun multimedia (misalnya: XMMS), sehingga kita tidak perlu repot-repot mencari software-software pendukung lainnya. Dengan harga yang relatif murah (bahkan gratis), biaya pengadaan komputer untuk membeli software yang asli dapat ditekan. Pengguna bahkan sudah dimanjakan dengan kemudahan instalasi yang berbasis GUI (Graphical User Interface). Apabila sudah tertanam di kepala murid-murid untuk menggunakan sistem operasi open source (misalnya: Linux) dan software open source lainnya, kemungkinan besar, bila mereka ingin membeli komputer, yang diminta adalah yang mirip dengan yang biasanya mereka pakai, yaitu komputer dengan sistem operasi Linux. Mau tidak mau, karena tuntutan pasar, penjual komputer menyediakan komputer dengan sistem operasi Linux. Selain itu, bila para pelajar tidak membeli komputer, melainkan menggunakan jasa rental komputer atau warnet, tentu mereka mencari rental komputer atau warnet yang sistem operasinya Linux, karena mereka lebih familiar dengan sistem operasi tersebut. Karena banyak pelanggan jasa rental komputer dan warnet dari kalangan pelajar, mau tidak mau, pengusaha rental komputer maupun warnet mengubah sistem operasi mereka menjadi Linux. Efek yang terjadi adalah efek domino, bila kita mengubah satu bagian, maka bagian yang lain akan turut berubah, mengikuti perubahan bagian yang sebelumnya. Tetapi, bagaimana dengan orang-orang yang sudah terlanjur cinta dan memakai software bajakan? Mereka ibaratnya pesakitan yang sudah tidak ada kemungkinan untuk disembuhkan lagi. Biarkan saja. Syukur apabila mereka dapat beradaptasi. Sebaiknya mencegah generasi baru agar tidak tertular penyakit daripada terus berusaha menyembuhkan pesakitan yang kecil kemungkinannya untuk disembuhkan.
Opini yang saya lemparkan ini belum pernah diuji coba. Tidak diketahui hasil sebenarnya apabila seluruh institusi pendidikan menggunakan software open source. Masih perlu dipertimbangkan dan dikaji sebelum diimplementasikan. Harapan saya adalah, berkurangnya tingkat pembajakan (pembajakan never die!) di Indonesia, sehingga meningkatkan kreativitas anak bangsa untuk membuat software tanpa takut dibajak oleh pihak yang tidak menghargai hak atas kekayaan intelektual seseorang/kelompok. Amin. Jayalah Indonesia!!! (dg)
NB: Blog ini juga dapat dilihat di http://danigoen.blogs.friendster.com/my_blog/2006/03/mengurangi_peng_1.html.
Saya tidak ingin hanya mengungkapkan keburukan bangsa tanpa memberikan solusi untuk memperbaikinya. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan didengarkan oleh pemerintah untuk kemudian dimusyawarahkan, dan bila diterima dapat diterapkan untuk mengurangi tingkat pembajakan software di Indonesia. Maraknya pembajakan software di Indonesia tak lain didukung oleh pemerintah yang tampaknya tidak berniat untuk mengurangi pembajakan. Sweeping software bajakan di kantor-kantor, maupun rental dan toko-toko komputer, hanya dilakukan di beberapa tempat di Indonesia, dan tampaknya masih belum terlihat hasilnya. Di kota Medan sendiri masih banyak rental-rental komputer maupun warnet yang masih menggunakan software bajakan. Ketakutan mereka akan sweeping software bajakan hanya sementara. Beberapa warnet telah menggunakan software open source (software open source ialah software yang dapat dipakai, dimodifikasi, dan dapat didistribusikan kembali tanpa dikenakan biaya sepeser pun alias gratis). Tetapi, karena melihat warnet-warnet lain yang masih beroperasi menggunakan software bajakan, mereka kembali menggantinya dengan software bajakan. Jarang warnet yang bertahan menggunakan software open source karena para pelanggan lebih familiar dengan sistem operasi Microsoft Windows, sistem operasi favorit untuk dibajak. Kurangnya himbauan pemerintah untuk mengajak pengguna komputer di Indonesia untuk tidak memakai software bajakan juga termasuk salah satu penyebabnya. Tampaknya pemerintah masih menganggap masalah pembajakan software sebagai masalah yang tidak terlalu besar. Road show software open source yang dilakukan oleh segelintir orang yang peduli terhadap masalah pembajakan kurang diminati. Tingginya angka penjualan software bajakan turut memperparah tingkat pembajakan di Indonesia. Para penjual ini dengan tenang menjual software bajakan karena pemerintah sepertinya tidak berusaha menghentikan mereka. Situasi pembajakan yang memang sudah sangat parah dilengkapi dengan mudahnya mendownload software-software ilegal dari Internet. Pembajakan yang telah nyata di depan mata saja tidak dapat dihentikan oleh pemerintah apalagi pembajakan yang dilakukan melalui Internet. Sepertinya, masa depan pertukaran software-software ilegal melalui Internet sangat cerah. Para penggemar software bajakan seharusnya gembira dengan keadaan ini. Dan yang paling parah, menurut saya, adalah institusi pendidikan. Mengapa? Karena disitulah terletak akar pembajakan software. Institusi pendidikan, walaupun tidak semua, yang seharusnya mendidik murid-muridnya menjadi orang yang kaya ilmu, ternyata turut berperan serta dalam menyuburkan pembajakan di negeri Indonesia yang tercinta. Kebiasaan menggunakan software bajakan di institusi pendidikan menanamkan benih-benih ketergantungan terhadap software tertentu, yang dalam hal ini merupakan software yang paling banyak dibajak. Software-software tersebut adalah Microsoft Windows (95/98/Me/NT/XP/2000/2003), sebuah software sistem operasi, software yang menerjemahkan perintah yang diberikan manusia agar dapat dipahami oleh hardware, sehingga hardware dapat melakukan tugasnya sesuai dengan perintah manusia. Sistem operasi merupakan software yang mutlak terdapat di setiap komputer, karena tanpa sistem operasi, komputer hanya merupakan barang elektronik yang tidak dapat melakukan apa-apa. Selain sistem operasi, software yang sering dibajak ialah Microsoft Office (Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Access, Microsoft PowerPoint). Software ini digunakan untuk aplikasi perkantoran. Software untuk komputer grafis juga tak luput dari pembajakan. Misalnya, Adobe Photoshop, sebuah software untuk mengolah gambar, 3D Studio Max, sebuah software untuk membuat model tiga dimensi, CorelDRAW, sebuah software untuk mengolah gambar vektor, dan masih banyak software-software lainnya seperti AutoCAD, Adobe Illustrator, Macromedia Flash, dan lain-lain.
Saya masih ingat ketika saya duduk di bangku SMP, saya ikut les komputer. Di kelas, instruktur membagi-bagikan disket-disket yang berisi sistem operasi DOS serta aplikasi perkantoran yaitu wordstar dan lotus. Untuk membeli disket beserta sistem operasi dan aplikasi perkantoran, kami, para murid, hanya mengeluarkan beberapa ribu rupiah saja. Tidak ada pengetahuan saya mengenai legal atau ilegal, status sistem operasi dan aplikasi yang kami gunakan tersebut. Waktu terus berputar, hingga saya duduk di bangku SMU. Di SMU juga ada kewajiban untuk mengikuti les komputer. Keadaannya sama, instruktur menukar disket-disket yang berisi sistem operasi DOS dan aplikasi perkantoran dengan beberapa rupiah saja. Dan lagi, tidak ada pengetahuan saya mengenai status sistem operasi dan aplikasi tersebut. Setamat dari SMU saya mengikuti kursus komputer di sebuah institusi pendidikan swasta, kali ini saya tidak diberikan disket berisi sistem operasi beserta aplikasinya. Seingat saya, sistem operasi yang digunakan di tempat kursus tersebut adalah Microsoft Windows 95 dengan aplikasi perkantoran Microsoft Office 97. Tak berapa lama setelah saya kuliah, saya membeli sebuah komputer. Ketika membeli komputer tersebut, penjual menawarkan sistem operasi dan aplikasi apa saja yang akan diinstal di komputer tersebut. Tentu saja saya memilih Microsoft Windows dengan aplikasi perkantoran Microsoft Office. Serta beberapa aplikasi grafis yang saya pelajari ketika kursus. Tidak ada tambahan harga ketika saya memilih aplikasi-aplikasi tersebut. Tambahan harga sebesar 25000 rupiah hanya dikenakan apabila saya meminta teknisi menginstal aplikasi lain setelah komputer tiba di rumah. Sampai saat itu, saya masih menganggap bahwa bila saya membeli komputer, maka saya sudah mendapat sistem operasi beserta aplikasi yang dibutuhkan. Bila saya ingin menambah aplikasi, saya dapat membeli di toko-toko penjual CD software (tentu saja bajakan) yang banyak terdapat di plaza-plaza seharga 20000 rupiah, kemudian menginstalnya sendiri di rumah, atau meminta bantuan teknisi. Hingga akhirnya saya membaca sebuah majalah komputer dan tersadar bahwa sebenarnya sistem operasi Microsoft Windows, aplikasi perkantoran Microsoft Office, dan beberapa software grafis yang saya gunakan ternyata harganya sangat mahal, untuk ukuran mahasiswa seperti saya. Bayangkan saja, harga sistem operasi Microsoft Windows XP Professional SP2 ternyata sekitar 2,7 juta rupiah ($295 dengan kurs Rp 9250 per dolar AS pada tanggal 20 Maret 2006, sumber: Bhinneka.com), sedangkan Microsoft Office 2003 sekitar 3,3 juta ($362 dengan kurs Rp 9250 per dolar AS pada tanggal 20 Maret 2006, sumber: Bhinneka.com). Belum lagi harga-harga software grafis yang mencapai puluhan juta rupiah. Waduh, mana sanggup saya membelinya.
Dari pengalaman yang saya alami, tidak banyak institusi pendidikan ataupun toko komputer (atau bahkan tidak ada?) yang menerangkan bahwa sistem operasi dan aplikasi dijual terpisah dengan hardware komputer. Orang-orang awam akan menyangka apabila mereka membeli komputer, maka yang dibeli sudah termasuk sistem operasi beserta aplikasi perkantoran atau aplikasi-aplikasi lainnya. Informasi-informasi seperti ini selayaknya disediakan oleh insitusi-institusi pendidikan maupun penjual komputer. Yang menarik lagi, institusi pendidikan sangat mempengaruhi kebiasaan murid-muridnya. Karena sudah terbiasa memakai Microsoft Windows, maka ketika membeli sebuah komputer, permintaan yang diajukan untuk sistem operasi ialah Microsoft Windows. Begitu juga dengan aplikasi-aplikasi yang lain. Sebenarnya, tidak ada yang salah bila seseorang menggunakan Microsoft Windows, Microsoft Office ataupun software-software lainnya, dengan syarat, software-software tersebut diperoleh secara legal, bukan melalui pembajakan seperti yang kebanyakan terjadi di Indonesia. Di kepala murid-murid telah tertanam kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Sayangnya, kebiasaan tersebut ialah kebiasaan menggunakan software bajakan. Karena sudah terbiasa, maka menggunakan software bajakan dianggap bukan merupakan masalah yang serius.
Karena semua berawal dari institusi pendidikan, maka yang harus diperbaiki adalah institusi pendidikan. Pemerintah, yang dengan seenaknya mengubah SMA (Sekolah Menengah Atas) menjadi SMU (Sekolah Menengah Umum) kemudian kembali menjadi SMA dan mengubah sistem semester menjadi cawu, kemudian kembali menjadi semester, seharusnya dengan mudah “memaksa” sekolah-sekolah atau perguruan tinggi yang ada untuk mengganti seluruh software bajakan yang terinstal dengan software-software open source. Sebagai bahan pertimbangan, sistem operasi Linux, yang sedang populer akhir-akhir ini, yang menawarkan kemudahan penggunaannya, dapat digunakan untuk menggantikan sistem operasi bajakan. Dan biasanya, di dalam instalasi sistem operasi Linux, sudah tersedia software perkantoran (misalnya: OpenOffice), grafis (misalnya: GIMP, blender), maupun multimedia (misalnya: XMMS), sehingga kita tidak perlu repot-repot mencari software-software pendukung lainnya. Dengan harga yang relatif murah (bahkan gratis), biaya pengadaan komputer untuk membeli software yang asli dapat ditekan. Pengguna bahkan sudah dimanjakan dengan kemudahan instalasi yang berbasis GUI (Graphical User Interface). Apabila sudah tertanam di kepala murid-murid untuk menggunakan sistem operasi open source (misalnya: Linux) dan software open source lainnya, kemungkinan besar, bila mereka ingin membeli komputer, yang diminta adalah yang mirip dengan yang biasanya mereka pakai, yaitu komputer dengan sistem operasi Linux. Mau tidak mau, karena tuntutan pasar, penjual komputer menyediakan komputer dengan sistem operasi Linux. Selain itu, bila para pelajar tidak membeli komputer, melainkan menggunakan jasa rental komputer atau warnet, tentu mereka mencari rental komputer atau warnet yang sistem operasinya Linux, karena mereka lebih familiar dengan sistem operasi tersebut. Karena banyak pelanggan jasa rental komputer dan warnet dari kalangan pelajar, mau tidak mau, pengusaha rental komputer maupun warnet mengubah sistem operasi mereka menjadi Linux. Efek yang terjadi adalah efek domino, bila kita mengubah satu bagian, maka bagian yang lain akan turut berubah, mengikuti perubahan bagian yang sebelumnya. Tetapi, bagaimana dengan orang-orang yang sudah terlanjur cinta dan memakai software bajakan? Mereka ibaratnya pesakitan yang sudah tidak ada kemungkinan untuk disembuhkan lagi. Biarkan saja. Syukur apabila mereka dapat beradaptasi. Sebaiknya mencegah generasi baru agar tidak tertular penyakit daripada terus berusaha menyembuhkan pesakitan yang kecil kemungkinannya untuk disembuhkan.
Opini yang saya lemparkan ini belum pernah diuji coba. Tidak diketahui hasil sebenarnya apabila seluruh institusi pendidikan menggunakan software open source. Masih perlu dipertimbangkan dan dikaji sebelum diimplementasikan. Harapan saya adalah, berkurangnya tingkat pembajakan (pembajakan never die!) di Indonesia, sehingga meningkatkan kreativitas anak bangsa untuk membuat software tanpa takut dibajak oleh pihak yang tidak menghargai hak atas kekayaan intelektual seseorang/kelompok. Amin. Jayalah Indonesia!!! (dg)
NB: Blog ini juga dapat dilihat di http://danigoen.blogs.friendster.com/my_blog/2006/03/mengurangi_peng_1.html.
Langganan:
Postingan (Atom)










